Beberapa hari yang lalu, sebuah acara tengah malam di salah satu stasiun televisi swasta membahas tentang hari kiamat. Pada acara tersebut pembawa acara mengangkat sebuah teori yang mengatakan kalau kiamat akan terjadi pada tahun 2012.
Berita tentang hari kiamat pada tahun 2012 sebenarnya telah lama terdengar. Baik itu melalui internet ataupun media lainnya. Berita ini tentunya sangat menarik perhatian hampir setiap orang, karena 2012 tinggal 2 tahun lagi, sedangkan tidak ada seorangpun tentunya yang ingin menyaksikan dan mengalami hari kiamat itu.
Karena hari kiamat adalah masalah yang ghaib, baiknya untuk membahasnya kita menggunakan dalil diterima secara umum oleh ummat Islam (yaitu Al-Qur’an dan hadits yang shahih). Mungkin dalam kitab suci agama lain, terutama agama langit lainnya juga disebutkan tentang hari kiamat ini.
Dalam ajaran agama Islam, kapan hari kiamat terjadi sama sekali tidak disebutkan. Yang disebutkan adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa hari kiamat akan terjadi. Tanda-tanda tersebut terbagi menjadi dua yaitu tanda-tanda besar dan tanda-tanda kecil. Dalil yang menyebutkan bahwa hari dimana hari kiamat terjadi tidak adapun yang tahu selain Allah subhanahu wata’ala adalah tercantum dalam surah Al-A’raf ayat 187 :
“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi ?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang dilangit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Dari ayat tersebut sangat jelas kalau tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui kapan Kiamat itu akan terjadi, hatta Rasulullah pun tidak pula mengetahuinya.
Sedangkan tanda-tanda akan datangnya hari kiamat terbagi atas dua yaitu tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar. Pertama, tanda-tanda kecil (asyrath shughra), yaitu (tanda-tanda) yang mendahului Kiamat dengan (jarak) waktu yang lama dan menjadi hal yang berulang-ulang (biasa terjadi). Seperti hilangnya ilmu, merebaknya kebodohan dan minuman khamer, saling berlomba meninggikan bangunan, serta lain sebagainya. Terkadang sebagian tanda-tandanya muncul bebarengan dengan tanda-tanda Kiamat besar (asy-asyrath al-kubra) atau (ada juga yang) setelahnya.
Kedua, tanda-tanda besar (asyrath kubra), yaitu perkara-perkara besar yang muncul menjelang terjadinya
Kiamat (qurba qiyam as-sa’ah), dan kejadiannya tidak berulang-ulang. Seperti kemunculan ad-Dajjal, turunnya ‘Isa as., keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya Matahari dari arah barat.
Bunyi hadits yang lebih rinci tentang tanda-tanda hari kiamat, insya Allah akan di angkat pada kesempatan
yang lain. Kesimpulannya adalah, bahwa hari kiamat adalah masalah ghaib, yang mana tidak ada makhlukpun
yang dapat mengetahui tentangnya, kecuali melalui informasi yang berasal dari Allah subhanahu wata’ala yang menciptakan hari kiamat itu sendiri, yang terdapat pada Al-Qur’an dan hadits yang shahih. Dan bagi seorang muslim, sangat tidak layak untuk mempercayai ramalan-ramalan yang mengatakan hari kiamat
akan terjadi pada suatu waktu tertentu, karena hal tersebut termasuk perbuatan yang dimurkai oleh Allah
subhanahu wata’ala.
Bandung, 07 september, 22 oktober 2009.