Pengantar :
Membaca tulisan mas Victor, saya jadi teringat ketika JK ngambek gara-gara “disuguhi” puisi “sekolah kandang ayam”. Lho, bukankah rakyat berhak mengingatkan wakil rakyatnya, bukannya justru menggugat rakyat karena telah jengah diperingatkan melulu ?
Telah dimuat pada Harian Seputar Indonesia, 19 April 2008
…….
Puisi “Tidaaak!” untuk DPR
Oleh Victor Silaen
Mana yang lebih penting bagi DPR: melaksanakan rencana mengganti karpet lantai di Gedung DPR dengan biaya miliaran rupiah, atau berupaya menolong rakyat kecil yang hari-hari ini kesulitan mendapatkan gas dan minyak tanah? Mana yang lebih penting bagi wakil rakyat yang duduk di DPR karena mendapatkan kepercayaan rakyat itu: melakukan studi banding ke Brazil dan ke negara-negara lainnya, atau menyambangi rakyat kecil di daerah-daerah yang dilanda krisis pangan maupun bencana alam?
Tentu masih banyak pertanyaan sejenis yang dapat diajukan sebagai ungkapan kekecewaan kita terhadap para anggota DPR/DPRD yang kian lama kian jauh dari gambaran ideal sebagai wakil rakyat yang terhormat. Itu sebabnya, kita sontak marah mendengar berita bahwa DPR berencana akan menggugat grup musik Slank lantaran lagunya yang berjudul “Gosip Jalanan” itu dianggap menghina DPR. “Seluruh bangsa, di negara ini, kehormatannya ada di gedung ini (DPR). Ini rumah rakyat,” ujar Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR Gayus Lumbuun (Senin, 7/4).
(more…)