Renumerasi Gaji PNS (2004- 2010).
Fakta gaji PNS sekarang (2004) :
• Besarnya gaji kurang memenuhi kebutuhan untuk hidup layak (terendah Rp760.500 dan tertinggi Rp2.405.400);
• Gaji PNS kurang kompetitif di bandingkan dengan gaji di sektor swasta, khususnya untuk tingkat manajer dan pimpinan;
• Besarnya gaji tidak memenuhi prinsip “equity” karena gaji tidak dikaitkan dengan kompetensi dan prestasi, namun didasarkan pada pangkat dan masa kerja;
• Struktur gaji kurang mendorong motivasi kerja karena jarak antara gaji terendah dan gaji tertinggi terlalu pendek (ratio 1:3,3) sehingga kenaikan pangkat hanya diikuti dengan kenaikan penghasilan dalam jumlah yang tidak berarti;
• Tunjangan jabatan struktural yang besar menimbulkan kompetisi yang tidak sehat.
• kurang transparan karena disamping gaji PNS masih menerima sejumlah honorarium dari pos non-gaji sehingga:
– terjadi distorsi dalam sistem penggajian;
– jumlah anggaran untuk belanja pegawai sulit diketahui secara pasti dan sulit dipertanggung jawabkan kepada publik.
REMUNERASI YANG IDEAL
Arah Kebijakan Jangka Panjang (2004-2010), program reformasi remunerasi Pegawai Negeri diharapkan dapat diarahkan pada sistem remunerasi yang adil dan transparan dengan:
• Merumuskan struktur gaji berdasarkan klasifikasi jabatan dan bobot jabatan (harga jabatan);
• Merumuskan jenis tunjangan yang dianggap layak untuk diberikan kepada PNS
• Mengkaitkan sistem penggajian dengan sistem penilaian kinerja dengan tujuan untuk memacu prestasi dan motivasi kerja.
• Menata sumber-sumber pembiayaan gaji agar tercipta transparansi dalam system penggajian dan mendorong pengintegrasian anggaran rutin dan pembangunan agar tersedia dana yang cukup bagi pembayaran gaji PN secara layak. Dengan penerapan struktur gaji Pegawai Negeri ini maka tidak ada lagi honor-honor, dan penghasilan lain diluar gaji dan tunjangan yang resmi ;
• Mengupayakan agar penghasilan PNS disesuaikan dengan dengan tingkat inflasi, antara lain dengan membuat indeks untuk dijadikan dasar bagi penyesuaian gaji dan tunjangan.
• Agar beban anggaran belanja pegawai tidak terlalu besar maka perlu dirumuskan kebijakan outsourcing untuk jabatan fungsional umum, khususnya yang menyangkut masalah rekrutmen dan penggajian.
• Menyusun Peraturan Pemerintah tentang Dana Pensiun dalam menata pengelolaan dana pensiun;
Selama gaji PNS tidak bisa Menjuarai kontingen lain seperti harga kebutuhan pokok sehari-hari yakin kemiskinan akan terus tercetak artinya pendapatan yang diberikan pemerintah tidak ada apa-apanya untuk kebutuhan hidup sebagai makluk sosial. karena gaji PNS itu selalu satu cabang dengan harga-harga kebutuhan pokok, kalau gaji PNS tidak pernah jadi juara siapapun pemimpinnya adalah gagal.
Comment by Mengapa — August 14, 2009 @ 10:31 am |
Memang idealnya beban kerja dan upah itu saling memenuhi, tentunya diluar biaya operasional suatu pekerjaan misal: perkakas, bahan, energi, sistem dan prosedur kerja. Dalam kerja dengan menggunakan mesin untuk produksi keadaan itu dapat terlihat, tetapi dalam konteks kerja sebagai hubungan manusia sejauh ini belum pernah ada yang dapat memperhitungkan dengan tepat benar perbandingan besaran beban kerja dengan upah pekerjaan bila dapat selesai dengan optimal.
Comment by drajad — September 2, 2009 @ 11:30 am |