Putra Toraja Nge-Blog

March 23, 2009

Peribahasa Luar Yang Lucu

Filed under: Uncategorized — zlatan82 @ 12:28 pm
Tags:

– Jangan putus asa , tidak semua orang menilai manusia dari fisiknya ..
DONT JUDGE THE BOOK BY THE COVER .. (Jangan menghukum buku karena dia
meninggalkan koper).

– Jangan salahkan diri anda kalau anda jelek, salahkanlah orangtua
anda, karena jelek itu keturunan .. LIKE FATHER LIKE SON (Suka bapaknya,
suka juga sama anaknya).

– Perbaiki inner beauty anda, itu kalau anda merasa sisi luar anda udah
ancur ga ketolong lagi .. THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN (Jadi cakep kalo
udah ganti kulit)

– Jgn sakit ati kalo dikatain jelek,cuek aja, pokoknya kafilah
m’gonggong [censored] tetap berlalu .. NO GAIN WITHOUT PAIN (Ga dapet
duit kalo ngga kesakitan dulu…kaya kuda lumping).

– Jadilah diri anda anda sendiri, kalau anda jelek syukurilah kejelekan
anda .. JUST BEE YOURSELF (Kesengat tawon, itulah kamu (muka kamu)).

– Kalau orang lain menilai anda jelek, jangan skeptis, penilaian
manusia tidak selalu benar … THE TRUTH IS OUT THERE (Yang bener boleh
keluar).

– Cakep-jelek itu tergantung lingkungan, misalnya anda disini jelek
tapi di Afrika bisa paling ganteng .. THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE
(Orang disebelah kanan, salah tempat, harusnya disebelah kiri).

– Cinta tidak memandang cakep atau jelek, gak percaya? Tanyakan hal ini
sama orang jelek .. LOVE IS BLIND (Pacarilah orang buta).

Kuliah Gratis di ITB

Apa Itu Program “ITB Untuk Semua”?

Program “ITB Untuk Semua” adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru
Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku
kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang
tidak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orang tua di bawah atau
sama dengan Upah Minimum Regional setempat). Uang pendidikan, ongkos
tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung
akan didanai beasiswa “ITB Untuk Semua”. Sekitar 100 bangku kuliah
disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009 dari
keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.

Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran
Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para
calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu
penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung .

(more…)

March 12, 2009

Teliti membeli Pompa Listrik

Berbeda dengan produk elektronik lainnya, dimana pada “marking” dari produk tersebut tercantum daya masukan (input power). Pompa sebaliknya pada sebagian besar produk malah mencantumkan daya keluaran (output power). Ini sebenarnya membingungkan maksud dari produsen pompa tersebut mencantumkan output power.

Marking adalah penandaan pada setiap produk yang menempel sacara permanen pada produk tersebut. Untuk memberikan informasi kepada pengguna tentang tegangan kerja (Volt), arus (Ampere), daya (Watt), dan keterangan lain yang dianggap penting. Tidak sedikit dari konsumen yang concern terhadap besar daya dari suatu produk. Misalnya untuk produk setrika, sebagian besar kita tentunya akan memilih setrika dengan daya 300 Watt dibandingkan 400 Watt, selain pertimbangan lain tentunya (merk, model, dll).

Pada penggunaan daya listrik yang berpengaruh pada pembayaran rekening listrik, untuk produk pompa, calon pembeli hendaknya tidak “tertipu” dengan daya keluaran yang umumnya tercantum pada produk pompa. Karena pada dasarnya, yang kita pakai adalah daya dari PLN yang dipakai oleh pompa, yakni daya input (daya masukan) pompa. bukannya daya keluarannya (output power).

Pertanyaannya kemudian adalah bagaiman menilai pompa mana yang lebih hemat. Cara sederhananya adalah dengan melihat nilai arus. Disini kita memakai rumus dasar elektrnika : Daya (P) = Tegangan (V) x Arus (A). Tegangan yang kita pakai di indonesia adalah 220 Volt. Jadi kalau misalnya arus dari pompa adalah  1 Ampere, maka daya masukan  dari pompa tersebut adalah: 220 V x 1 A = 220 Watt. Kalau arsunya 1,5 A, maka daya masukannya 330 Watt.

Demikian penjelasan singkat tentang daya masukan dan daya keluaran dari produk pompa. Semoga kita tidak tertipu lagi dengan daya keluaran yang biasanya di cantumkan besar-besar pada kardus pompa. Karena yang ita bayar bukanlah daya keluaran dari daya masukan dari PLN yang dipakai pompa. Semoga Bermanfaat.

October 26, 2008

Syekh Milliarder Menikahi Anak 12 Tahun

Beberapa hari belakngan ini, media banyak mengangkat berita tentang seorang syekh kaya bernama syekh puji. Kabarnya syekh ini baru saja menikahi seorang anak yang  baru berumur 12 tahun. Menurut kabar lagi, sang syekh berencana menikahi lagi dua orang anak yang berumur 9 dan 7 tahun. Kalau rencana tersebut jadi, maka lengkaplah pendampin sang syekh jadi 4 istri. Karena sebelumnya syekh milliarder telah meiliki seorang istri berumur 26 tahun.

Berita ini tak pelak memancing berbagai pihak untuk memberi komentar. Ada yang mengecam tapi tak sedikit yang mendukung. Yang mengecam tentunya dari pihak yang mengklaim sebagai aktivis pembela hak wanita dan anak-anak dan juga dari KOMNAS perlindungan anak. Sedang yang mendukung dari beberapa pihak seperti pemilik rumah makan wong solo Puspo Wardoyo.

Hal yang mengherankan adalah ikutnya salah seorang ketua MUI pada pihak yang kontra. Padahal sebagai ketua dari organisasi ulama di indonesia, beliau mestinya tahu jikalau Rasulullah SAW menikahi Sitti Aisyah pada saat Sitti Aisyah baru berumur 9 tahun.  Rasulullah SAW mencampuri Aisyah ketika Aisyah sudah baliq yaitu 12 tahun. Ini tentunya menunjukkan kalau menikahi anak yang belum baliq dibolehkan asalkan mencampurinya setelah baliq. Secara tidak sengaja barangkali, sang ketua MUI pada saat mengkritik syekh milliarder telah mengkritik pula Rasulullah SAW dan ajarannya.

Dalam agama Islam, perbuatan yang dilarang adalah perkara-perkara yang diharamkan. Artinya, apabila ada pihak, organisasi ataupun individu yang melarang menikahi anak yang belum baliq berarti mengharamkan hal tersebut. Padahal, mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah dan RasulNya merupakan kemungkaran yang besar. Dimana keimanan orang tersebut bisa dipertanyakan.

« Previous PageNext Page »

Blog at WordPress.com.